Kinerja Semester I, Penurunan NRW Air Minum Jakarta mencapai 4,4 PersenDOWNLOAD  

14 September 2017

Hasil monitoring dan evaluasi BRPAM terhadap pelayanan air minum Jakarta pada periode Triwulan Kedua 2017 mencatat terjadinya penurunan NRW (Non Revenue Water) hampir empat koma empat persen (4.4 %)  dibanding Triwulan Pertama 2017. Angka 4.4% diperoleh atas analisis BRPAM terhadap laporan LPSES (Perform Supervising and Evaluation System) dari operator mitra PAM Jaya, yaitu PALYJA dan Aetra. Penurunan NRW pada area pelayanan Barat, yang dikelola PALYJA penurunan mencapai 3,72% dan area pelayanan Timur yang dikelola oleh Aetra 5,1%.

Jumlah pelanggan Kuartal-2 bertambah sebesar 2136 sambungan, atau rata-rata 712 setiap bulan,. Pertambahan tertinggi terjadi di wilayah pelayanan Timur sebesar 2.108 sambungan. Jumlah air yang berhasil diberikan kepada pelanggan (water sold) meningkat 10,02% atau sebesar 7,99juta m3 dimana 63%-nya diserap oleh pelanggan di wilayah Timur dan 37% di wilayah Barat. Secara keseluruhan volume sold hingga Kuartall-2 mencapai 164,14 juta m3, dan masih jauh di bawah target 2017 sebesar 346,55 juta m3. 

Dalam hal pertambahan cakupan pelayanan dapat dikatakan bahwa kendati terjadi penambahan sambungan pelanggan, namun secara keseluruhan target persentasi kenaikan cakupan pelayanan (service coverage) untuk tahun 2017 sebesar 1,37% belum tercapai. Bahkan dibanding kondisi Kuartal Pertama, persentase kenaikan cakupan pelayanan pada Kuartal-2 cenderung menurun. Di wilayah Timur terjadi penurunan dari 0,27% pada Kuartal-1 menjadi 0,06% pada Kuartal-2, sedangkan di wilayah Barat menurun dari 0.11% menjadi 0,07%.

Pada laporan Kuartal-2, yang sekaligus menjadi Laporan Semester-1 2017, BRPAM juga memberikan saran dan rekomendasi kepada Operator agar memperhatikan konsumsi pemakaian pelanggan, baik pada pelanggan yang telah lama tidak menggunakan air (zero consumption) maupun yang menggunakan air secara berlebihan sehingga cenderung tidak rasional. Dalam catatan evaluasi BRPAM terdapat pelanggan kelompok rumah tangga sederhana (Kelompok 1, Kode Tarif 2A1) yang menggunakan air perpipaan sangat tinggi, bahkan lebih dari 50m3/bulan. BRPAM menyarankan Operator agar dilakukan langkah persuasif dengan cara mengirimkan surat kepada para pelanggan tersebut untuk memperhatikan kondisi perpipaan, konsumsi air di rumah tangga, pengambilan air oleh pihak lain dan lain sebagainya, agar pelanggan terhindar dari pembayaran yang besar akibat pemakaian yang berlebihan.

Sebagaimana diketahui, BRPAM menerbitkan Laporan Evaluasi Kinerja Pelayanan Air Minum Jakarta setiap tiga bulan. Laporan berisi informasi teknis, pelayanan dan keuangan dengan parameter yang telah diatur dalam PKS antara PAM Jaya dengan Mitra Swasta. Parameter teknis meliputi cakupan pelayanan, jumlah sambungan, produksi air, volume air terjual dan tingkat kehilangan air. Untuk mendapatkan laporan lengkap dapat menghubungi kantor BRPAM atau mengirim email kepada  sekretariat@brpamdki.org. (DHS).

 


Berita Terkait Layanan Air Minum

Anies: Kerjasama Penyediaan Air Bersih dari Tangerang Diperpanjang

tirto.id
tirto.id - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar pertemuan dengan Pemerintah ... Baca Selengkapnya  

Pemprov DKI Lanjutkan Kerjasama dengan Pemkab Tangerang untuk Suplai Air Bersih

okezone.com Selasa 13 Februari 2018 Harits Tryan Akhmad
JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta melanjutkan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait ... Baca Selengkapnya  

Pemprov Targetkan Pengambilalihan Pengelolaan Air di DKI Rampung Maret

Berita Satu Minggu, 11 Februari 2018, Oleh: Bernadus Wijayaka / BW
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengambil alih pengelolaan air di wilayah Jakarta sesuai ... Baca Selengkapnya  

Cerita Sandiaga Soal Banjir di Paris hingga Putusan MA

Republika.co.id Sabtu 10 Februari 2018 Rep: Sri Handayani/ Red: Nidia Zuraya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu rutinitas harian Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga ... Baca Selengkapnya  

Sandi Belajar dari Mantan Wali Kota Paris untuk Stop Swastanisasi Air

Kompas.com - 09/02/2018
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI ... Baca Selengkapnya