Kinerja Kuartal -3 Kinerja Teknis, NRW Masih Perlu Mendapat PerhatianDOWNLOAD  

08 Desember 2017

Pada Kuartal 3 2017, pelayanan air minum Jakarta, khususnya indikator teknis mengalami perbaikan pada 3 paremeter tetapi menurun pada 2 parameter lain, yaitu kehilangan air (Non Revenue Water, NRW) dan volume air terjual. Demikian hasil evaluasi BRPAM terhadap kinerja pelayanan operator pelayanan air minum Jakarta atas periode Juli-September 2017. Hasil evaluasi tersebut telah dikirimkan BRPAM kepada PAM Jaya dan Pemda DKI, melalui BPBUMD.
Hasil evaluasi BRPAM terhadap laporan kinerja operator yang dikirimkan Palyja (area pelayanan wilayah Barat Jakarta) dan Aetra (area pelayanan wilayah Timur Jakarta) setiap bulan kepada BRPAM dalam format PSES (Perform Supervising and Evalution System) memperlihatkan adanya perbaikan pada parameter cakupan pelayanan, jumlah sambungan, volume air produksi. Namun sebaliknya pada parameter tingkat kehilangan air (NRW) dan volume air terjual (volume sold). Pada hasil evaluasi, yang dikompilasi oleh BRPAM menjadi kondisi pelayanan Jakarta (mencakup wilayah Barat dan Timur), dilaporkan bahwa dibanding kinerja Kuartal-2 (periode April-Juni) tampak pada Kuartal 3 cakupan pelayanan meningkat 0,03%, jumlah sambungan meningkat sebanyak 2.911 sambungan, volume air produksi meningkat sebesar 1.859.345 m3. Sedangkan volume air terjual menurun sebesar 349.855 m3 dan NRW meningkat sebesar 1,13%.


Kendati  demikian BRPAM juga melaporkan bahwa secara keseluruhan untuk wilayah Barat dan Timur (kompilasi atas kinerja PALYJA dan AETRA) target teknis berdasarkan  indikator kinerja 2017 yang disepakati Para Pihak (PAM Jaya bersama Mitra Operator) belum tercapai.  Hingga Kuartal 3 cakupan pelayanan Jakarta mencapai 81,17% atas target 2017, jumlah sambungan tercapai 93,19% dan produksi air hanya mencapai 87,39% atas target,  volume ari terjual 72% dan persentasi NRW masih 9,5 di atas target 2017.

Peta Konsumsi Air sampai Juni 2017

Gambar 1 : Peta Konsumsi Air Minum Perpipaan di DKI Jakarta Juni 2017

 

Peta Konsumsi Air Sampai September 2017

Gambar 2 : Peta Konsumsi Air Minum Perpipaan di DKI Jakarta September 2017


Atas kondisi tersebut, BRPAM menyampaikan agar operator melakukan perbaikan kinerjanya dan   melakukan upaya keras untuk penurunan NRW yang masih jauh dari target tahunan. Terhadap PAM Jaya, BRPAM menyampaikan agar melakukan koordinasi yang efektif dan terus menerus agar operator dapat melakukan upaya terbaiknya untuk peningkatan kinerja.


Sebagaimana diketahui, BRPAM menerbitkan Laporan Evaluasi Kinerja Pelayanan Air Minum Jakarta setiap tiga bulan. Laporan berisi informasi kinerja teknis, pelayanan, keuangan atas parameter yang telah disepakati dalam PKS. Selain evaluasi indikator kinerja, BRPAM juga memberikan advis dan bantuan teknis kepada Para Pihak dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan air minum Jakarta. Untuk mendapatkan  laporan lengkap dapat menghubungi dapat menghubungi sekretariat BRPAM, click Hubungi Kami (Contact Us).-DHS-


Berita Terkait Layanan Air Minum

Siap-Siap, Pasokan Air PAM di Jakarta Barat Terganggu

http://infonitas.com Senin, 15 Januari 2018
PURI - PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJ A), operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah ... Baca Selengkapnya  

Pasokan Air PAM di Sebagian Jakarta Barat Terganggu

Beritasatu.com Senin, 15 Januari 2018 Oleh: Bernadus Wijayaka / BW
Jakarta- PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah ... Baca Selengkapnya  

Pajak Air DKI Jakarta Berpotensi Naik Hingga 15 Kali Lipat

www.republika.co.id Selasa , 09 January 2018 Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Dwi Murdaningsih
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Penerimaan pajak air tanah yang dibayarkan oleh pengelola gedung-gedung ... Baca Selengkapnya  

Ancaman Perang Air di Jakarta

https://tirto.id 08 Januari, 2018 Reporter: R. Diantina Putri
tirto.id - Menurut data Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air, 98 persen penyebab penurunan tanah ... Baca Selengkapnya  

2.233 Paket Pekerjaan Kementerian PUPR Sudah Dilelang

Berita Satu (www.beritasatu.com)
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga 3 Januari 2018 sudah ... Baca Selengkapnya