Kinerja Triwulan I 2021 - Kinerja Teknis Operator Air Minum DKI Jakarta

Kinerja Triwulan I 2021 - Kinerja Teknis Operator Air Minum DKI Jakarta

Untuk Aspek Teknik, monitoring dan evaluasi kinerja mitra swasta PAM JAYA ditinjau dari pencapaian target teknis, standar pelayanan, dan konsumsi pelanggan. Realisasi pencapaian pada Triwulan I tahun 2021 masih merupakan pencapaian di masa pandemi, walaupun adanya penambahan Jumlah Sambungan dan Cakupan Pelayanan bila dibandingkan dengan akhir tahun 2020.  Tabel berikut adalah target dan realisasi PT. PALYJA:


Cakupan pelayanan PT. PALYJA hingga bulan Maret 2021 baru mencapai 58,17% di target 80,05% pada akhir tahun 2021. Terjadi peningkatan pencapaian sebesar 0,86% bila dibandingkan dengan realisasi akhir tahun 2020.

Sementara untuk jumlah sambungan total, pencapaian hingga bulan Maret 2021 adalah sebesar 411.174 sambungan dari target akhir tahun 460.021, atau terjadi penambahan sebanyak 3.400 sambungan dibandingkan dengan pencapaian pada akhir tahun 2020.

Realisasi volume air terjual hingga bulan Maret 2021 adalah 37.924.933 m3 atau 22,69% di target akhir tahun 167.135.451 m3.

Realisasi tingkat kehilangan air sampai dengan Maret tahun 2021 adalah 49,38% di target akhir tahun 2020 yaitu 30,73%. Dari target penurunan tingkat kehilangan air 0,75% pada tahun 2021, PALYJA masih mengalami kenaikan tingkat kehilangan air sebesar 0,73% sampai dengan Triwulan I 2021 ini.

Tabel berikut menunjukkan target dan realisasi PT AETRA: 


Cakupan pelayanan PT. AETRA hingga bulan Maret 2021 baru mencapai 71,77% di target 74,98% pada akhir tahun 2021. Terjadi peningkatan pencapaian sebesar 0,005% bila dibandingkan dengan realisasi akhir tahun 2020, sedangkan targetnya adalah penambahan sebesar 0,44%.

Pencapaian jumlah sambungan total hingga Triwulan I tahun 2021 sebesar 482.627 sambungan dari target akhir tahun 486.941 atau terjadi peningkatan sebesar 2.365 sambungan dari target tambahan sebanyak 8.000 hingga akhir tahun 2021.

Realisasi volume air terjual selama Triwulan I tahun 2021 adalah 44.214.009 m3 atau 20,56% di target akhir tahun 215.030.000 m3.

Sementara realisasi tingkat kehilangan air selama 3 bulan pertama tahun 2021 adalah 45,66% di target akhir tahun 2020 yaitu 30,69%. Dari target penurunan tingkat kehilangan air 1,70% di tahun 2021, PT. AETRA justru mengalami kenaikan tingkat kehilangan air sebesar 2,42%.

Secara keseluruhan, target dan realisasi DKI Jakarta terlihat dalam tabel berikut: 


Secara total cakupan pelayanan DKI Jakarta hingga bulan Maret 2021 baru mencapai 64,58% di target 77,74% pada akhir tahun 2021. Terjadi peningkatan sebesar 0,51% bila dibandingkan dengan realisasi akhir tahun 2020.

Sementara itu untuk jumlah sambungan total, pencapaian Triwulan I tahun 2021 sebesar 893.801 sambungan dari target akhir tahun 946.962, atau terjadi peningkatan sebesar 5.765 sambungan dari target tambahan sebanyak 15.486 sambungan hingga akhir tahun 2021.

Pencapaian produksi air selama Triwulan I 2021 adalah 53.263.907 m3 atau 34,5% di target tahun 2021 yaitu 154.543.215 m3 . Pencapaian ini hampir sama dengan pencapaian di Triwulan I tahun 2020, yaitu 34,4%.

Sampai dengan bulan Maret 2021, pembelian air curah PALYJA adalah 21.654.674 m3 atau 25% di target tahun 2021 yaitu 86.724.000 m3 . Pada bulan Maret 2020, pembelian air curah adalah 27% di target.

Realisasi volume air terjual pada Triwulan I tahun 2021 adalah 82.138.942 m3 atau 21,49% di target akhir tahun 382.165.451 m3.

Realisasi tingkat kehilangan air selama 3 bulan pada tahun 2021 adalah 47,44% di target akhir tahun 2021 yaitu 30,71%. Hal ini menunjukkan bahwa dari target penurunan tingkat kehilangan air 1,23% pada tahun 2021, justru terjadi kenaikan Tingkat Kehilangan air sebesar 2,37% sampai dengan bulan Maret 2021.

Untuk standar pelayanan, tekanan dan kualitas air di pelanggan hingga akhir Triwulan I tahun 2021 belum memenuhi target 100% tekanan air ≥ 0,75 atm dan target 100% parameter kualitas air memenuhi Persyaratan Kualitas Air Minum Permenkes No. 492/MENKES/PER/IV/2010. Pada wilayah kerjasama Barat, realisasi tekanan air ≥0,75 atm adalah 56,25% di total sampling PT. PALYJA, menurun dibandingkan Desember 2020 sebesar 57,50%. Peningkatan ini menunjukkan belum terjadinya perbaikan tekanan air.

Sementara itu, realisasi tekanan air ≥ 0,75 atm untuk wilayah kerjasama Timur adalah 77,03% di total jumlah sampling PT. AETRA, pada Desember tahun 2020 adalah sebesar 47,3%. Pencapaian ini juga menunjukkan adanya upaya perbaikan tekanan air pada pelanggan di wilayah kerjasama Timur, yang disebabkan oleh adanya penambahan tekanan di output IPA Pulogadung dan IPA Buaran 1 untuk peningkatan supply, dilakukannya optimalisasi jaringan distribusi, pembersihan strainer dan optimalisasi DMA.

Untuk parameter kualitas air di wilayah kerjasama Barat yang memenuhi standar kualitas air minum adalah sebesar 98% di total sampling PT. PALYJA, pada pencapaian bulan Maret 2021 tersebut terjadi pengurangan jumlah titik sampling menjadi hanya 173 titik dari situasi normal sebelumnya yaitu 330 titik, yang disebabkan oleh masih adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa area. Sedangkan di wilayah kerjasama Timur adalah sebesar 99,5% di jumlah total sampling PT. AETRA, yang mana nilai tersebut menunjukkan adanya perbaikan kualitas air bila dibandingkan Desember 2020.

Konsumsi air rata-rata merupakan nilai rerata dari seluruh konsumsi pelanggan setiap bulannya yang terdiri dari pelanggan domestik dan non domestik. Konsumsi air rata-rata pelanggan di area pelayanan PT. PALYJA pada Triwulan I tahun 2021 adalah 30,85 m3/pelanggan/bulan, masih di bawah rata-rata konsumsi pada tahun 2020 yaitu 31,88 m3/pelanggan/bulan. Sedangkan di wilayah kerjasama Timur konsumsi rata-ratanya sebesar 30,55 m3/pelanggan/bulan, masih di bawah rata-rata konsumsi air di area tersebut pada tahun 2020 yaitu sebesar 32,57 m3/pelanggan/bulan. Hal ini menandakan belum adanya kenaikan konsumsi rata-rata pelanggan di wilayah kerjasama Barat dan Timur pada Triwulan I tahun 2021. Dengan tingkat kebocoran yang masih tinggi, volume sold yang mengalami penurunan serta konsumsi rata-rata pelanggan yang lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020, kinerja operator mitra swasta belum menunjukan tingkat perbaikan walaupun ada kenaikan sambungan baru.

Untuk Aspek Humas, terkait dengan Keluhan Pelanggan, jumlah Total keluhan pada Triwulan I Tahun 2021 di Wilayah Kerjasama Barat (PT. PALYJA) sebesar 44.643 keluhan terdiri dari keluhan air kecil, air mati, pipa bocor, meter air, kualitas air, penagihan (billing), sambungan ilegal, keluhan teknis dan administrasi lainnya. Dari Total Keluhan tersebut diatas telah terjadi penurunan jumlah keluhan bila dibandingkan dengan Total Keluhan pada Triwulan I Tahun 2020 yakni sebesar 63.023 keluhan Berdasarkan Total Jumlah Keluhan Pelanggan PALYJA Per Bulan Maret 2021 (bulan Januari 2021 s/d Maret 2021), jenis keluhan tertinggi masih didominasi oleh jenis Keluhan Air Mati /Tidak Keluar sebesar 13.500 keluhan dan jenis Keluhan Administrasi Lainnya sebesar 23.320 keluhan.

Sedangkan Keluhan Pelanggan di Wilayah Kerjasama Timur (PT. AETRA), Jumlah Total keluhan pada Triwulan I Tahun 2021 sebesar 10.108 keluhan terdiri dari keluhan air kecil, air mati, pipa bocor, meter air, kualitas air, penagihan (billing), sambungan ilegal, keluhan teknis dan administrasi lainnya. Dari Total Keluhan tersebut di atas telah terjadi penurunan jumlah keluhan bila dibandingkan dengan Total Keluhan pada Triwulan I Tahun 2020 yakni sebesar 11.713 keluhan. Berdasarkan Total Jumlah Keluhan Pelanggan AETRA Per Bulan Maret 2021 (bulan Januari 2021 s/d Maret 2021), jenis keluhan tertinggi masih didominasi oleh jenis keluhan Air Mati /Tidak Keluar sebesar 2.882 keluhan dan jenis keluhan Teknik Lainnya sebesar 3.135 keluhan.