Evaluasi Kinerja Teknis Operator Air Minum Tahun 2021

Evaluasi Kinerja Teknis Operator Air Minum Tahun 2021

Selama tahun 2021, jumlah sambungan pelanggan PALYJA terus bertambah, dari sebesar 408.141 sambungan di bulan Januari hingga mencapai 421.063 sambungan pada akhir Desember 2021. Sebagian besar penambahan sambungan adalah di Kelompok Tarif Rumah Tangga Sangat Sederhana dan Rumah Tangga Sederhana, di DPP Barat.




Pada tahun 2020 sempat mengalami pengurangan jumlah pelanggan, namun pada tahun 2021 terjadi peningkatan penambahan sambungan yaitu sebesar 13.289 pelanggan. Penambahan sambungan di daerah ini adalah sebagai wilayah yang dilayani oleh WTP Hutan Kota yang mulai beroperasi sejak Desember 2019.dilayani oleh WTP Hutan Kota yang mulai beroperasi sejak Desember 2019.

Untuk jumlah sambungan PT. AETRA terus meningkat setiap bulannya selama tahun 2021. Namun demikian, penambahan jumlah sambungannya mengalami penurunan sejak pandemi tahun 2020 hingga 2021 (penambahan sambungan tahun 2019 = 13.485 ; tahun 2020 = 10.728 ; tahun 2021 = 8.275). Total Jumlah Sambungan PT. AETRA hingga tahun 2021 adalah sebanyak 488.537 sambungan.

otal Jumlah Sambungan PT. AETRA hingga tahun 2021 adalah sebanyak 488.537 sambungan. 




Jika dilihat pada parameter produksi air PALYJA di awal pandemi yaitu tahun 2020 volume produksinya menurun drastis dibandingkan sebelum pandemi tahun 2019 (tahun 2019 = 213,77 juta m3 dan tahun 2020 = 205,03 juta m3). Namun kemudian pada tahun 2021 kembali meningkat menjadi 213,79 juta m3 mendekati besaran volume pada tahun 2019.

Sedangkan untuk air curah trend nya berbeda, meningkat pada tahun 2020 (menjadi 90,21 juta m3) lalu kemudian turun menjadi 88,26 juta m3 (di bawah volume air curah pada tahun 2019). Dengan penurunan pada tiga bulan terakhir menunjukkan volume air produksi PT. AETRA yang mengalami penurunan pada awal pandemi tahun 2020. Namun kemudian, pada tahun 2021 mengalami peningkatan yang melebihi produksi tahun 2019 (volume produksi AETRA tahun 2019 = 328,4 juta m3 ; tahun 2020 = 328,04 juta m3 ; tahun 2021 = 330,9 juta m3) . Peningkatan ini dikarenakan untuk menjaga suplai kepada pelanggan / mengantisipasi terjadinya komplain terutama di area-area di mana terdapat fasilitas kesehatan untuk penangananan pasien Covid.

Volume air terjual PALYJA mengalami penurunan pada masa pandemi bila dibandingkan dengan sebelum pandemi. Volume terjual pada masa sebelum pandemi tahun 2019 adalah sebesar 173,02 juta m3, saat mulai pandemi pada tahun 2020 adalah 156,19 juta m3, dan pada tahun 2021 adalah 154,12 juta m3. Penurunan volume air terjual terutama terjadi pada jenis sambungan UMB (Unit Meter Besar).




PT. AETRA mengalami penurunan volume air terjual sejak awal pandemi tahun 2020 hingga tahun 2021 (volume air terjual pada tahun 2019 = 190,6 juta m3 ; tahun 2020 = 186,2 juta m3 ; tahun 2021 = 183,7 juta m3). Penurunan ini terutama disebabkan karena penurunan konsumsi UMB terkait adanya peraturan PPKM oleh pemerintah. Tingkat kehilangan air PALYJA bila dibandingkan antara sebelum pandemi dengan selama masa pandemi bergerak semakin tinggi. Pada tahun 2019 tingkat kehilangan air PALYJA adalah sebesar 43,14%, tahun 2020 adalah 47,10%, dan tahun 2021 naik lagi menjadi 48,98%.



Tingkat kehilangan air AETRA juga semakin meningkat sejak tahun pertama pandemi tahun 2020 hingga 2021 bila dibandingkan masa sebelum pandemi (tahun 2019 = 41,96% ; tahun 2020 = 43,24% ; tahun 2021 = 44,5%). Hal ini disebabkan karena tingginya produksi yang memang sengaja dipertahankan untuk mengantisipasi terjadinya complain dan untuk menjaga suplai untuk fasilitas Kesehatan penanganan pasien Covid, sementara serapan konsumsinya tidak optimal karena adanya penerapan PPKM. Konsumsi rerata pelanggan PALYJA semakin menurun pada masa pandemi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi. Konsumsi rerata PALYJA pada tahun 2019 = 35,32 m3/bln/pelanggan ; tahun 2020 = 31,88 m3/bln/pelanggan ; tahun 2021 = 30,95 m3/bln/pelanggan. Konsumsi rerata pelanggan PT. AETRA pada awal tahun 2020 berada di bawah rerata konsumsi tahun 2019, yang mengalami peningkatan sampai dengan bulan April di mana pada seja Maret konsumsi rerata pelanggan sudah berada di atas rerata tahun 2019. Penurunan drastis terlihat di bulan Mei 2020, kemudian mulai meningkat kembali sampai dengan bulan Oktober. Penurunan kembali terjadi di bulan November dan Desember. Secara umum, rerata konsumsi pelanggan PT. AETRA tahun 2020 lebih rendah daripada tahun 2019, di mana konsumsi rerata tahun 2019 adalah 34,00 m3/bln/pelanggan sedangkan tahun 2020 adalah 32,57 m3/blm/pelanggan.

Indikator standar pelayanan yang dijadikan acuan pencapaian kinerja pelayanan adalah tekanan air dan kualitas air.

Nilai tekanan yang digunakan sebagai standar tekanan air adalah sebesar 0,75 atmosfir. Nilai ini adalah nilai yang disepakati oleh PAM JAYA dan kedua Mitra dalam standar tekanan di titik pelanggan.

Dari 80 titik sampel pelanggan PALYJA, tahun 2021 ini rerata ketercapaian standar tekanan adalah 53,13% (lebih tinggi dari tahun 2020 di mana rerata ketercapaian adalah 44,27%, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019 sebesar 61,25%). Sedangkan PT. Aetra dari 74 titik sampel pelanggan rerata ketercapaian standar tekanan tahun 2021 adalah 68,47% (lebih tinggi dari rerata ketercapaian tekanan standar tahun 2020 dan 2019).

Untuk pengecekan kualitas air dilakukan oleh Mitra setiap bulannya di titik sampling yang telah ditentukan. Kualitas air dikatakan memenuhi standar apabila setiap parameter kualitas air memenuhi Persyaratan Kualitas Air Minum Permenkes Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010.

Dari total 330 titik sampling, rerata ketercapaian kualitas air PALYJA pada tahun 2021 adalah 97,47%. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan ketercapaian tahun 2019 dan 2020. Sementara ketercapaian kualitas air AETRA pada tahun 2021 adalah sebesar 98,65% di sejumlah 376 titik sampling. Ketercapaian tahun 2021 ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 (97,81%) namun lebih rendah daripada pencapaian tahun 2019 (98,83%).



Unduh