PAM Jaya dan Mitra Operator Tandatangani MOU Restrukturisasi

26 September 2017

Bertempat di Balairung Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PAM Jaya bersama Mitra Operator layanan air minum Jakarta, yaitu PALYJA dan Aetra, menandatangani Berita Acara Kesepakatan  (Memorandum of Understanding, MOU) terkait kemauan untuk melakukan restrukturisasi atas Perjanjian Kerjasama (PKS) yang selama ini menjadi acuan oleh PAM Jaya dan Mitra Operator dalam melayani air minum di Jakarta.  Penandatanganan MOU berlangsung pada hari Senin (25/9) dilakukan oleh Erlan Hidayat selaku Direktur Utama PD PAM Jaya dengan Alan Thompson, President Director of PT. PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) dan Muhamad Selim, Direktur Utama PT.Aetra Air Jakarta (Aetra), dan disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Dalam sambutannya, Erlan Hidayat menyampaikan bahwa MOU restrukturisasi tersebut bukan merupakan pengakhiran PKS, namun sebagai langkah persiapan untuk pengembalian hak eksklusif PAM Jaya sebagai pelayanan air kepada masyarakat langsung, sebagaimana dimandatkan dalam Peraturan Pemerintah No 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum dengan tetap memperhatikan kepentingan dan kesepatan yang telah dibangun bersama Mitra Operator. “Restrukturisasi akan mencari jalan keluar terbaik dan adil bagi para pihak tanpa mengesampingkan pelayanan kepada pelanggan. Detilnya dan mekanismenya akan dibahas secara khusus” kata Erlan.

Menyangkut MOU ini, Gubernur memyampaikan hak pengelolaan air sesungguhnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana mandat dari UUD pasal 33, namun keterlibatan Badan Usaha dan pihak swasta tetap dimungkinkan dalam aspek penyediaan jasa layanan dengan memperhatikan kebutuhan  pelayanan masyarakat dan tidak bisnis semata. “Pelayanan kepada masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus menjadi perhatian dalam pelayanan air Jakarta” kata Djarot. Disampaikan juga bahwa perlu upaya yang serius untuk mengurangi penggunaan air tanah di Jakarta dengan tetap mengutamakan upaya persuasif dan pengawasan.

Secara terpisah, dalam pertemuan sebelum penandatanganan, Muhamad Selim menyampaikan bahwa Aetra akan membentuk tim kecil untuk membahas kerangka detil implementasi MOU. Senada dengan Selim, Alan Thompson menyambut baik upaya PAM Jaya dan Pemprov DKI untuk membicarakan langkah persiapan sebelum pengakhiran PKS melalui MOU tersebut. Hal yang sama disampaikan oleh Donna Ria Silaen, Ketua BRPAM, yang menyampaikan bahwa upaya BRPAM untuk memonitor implementasi PKS dan mengingatkan para pihak untuk mempersiapkan langkah-langkah strategis sebelum pengkahiran, telah membuahkan hasil melalui keinginan bersama untuk menandatangani MOU tersebut.

Turut  menyaksikan penandatangan MOU tersebut antara lain, OPD BPBUMD DKI, Biro Hukum, Ketua dan Anggota Badan Pengawas PAM Jaya, Jajaran Direksi dan Senior Manager PAM Jaya, Jajaran Direksi Aetra, Jajaran Direksi PALYJA, Ketua dan Anggota BRPAM, perwakilan PT.Moya selaku pemilik Aetra, dan pihak terkait lainnya.

Sebagaimana diketahui, PKS PAM Jaya dengan MItra Operator (PALYJA dan Aetra) telah dilakukan sejak tahun 1998 dan akan berakhir tahun 2023. Berdasarkan PKS tersebut, Mitra Operator diberikan hak eksklusif untuk melayani air kepada masyarakat Jakarta, dengan membagi wilayah pelayanan menjadi wilayah Timur dilayani oleh Aetra dan wilayah Barat oleh PALYJA. Bentuk pelayanan meliputi pengolahan air baku, produksi air bersih, transmisi dan distribusi hingga pelayanan pelanggan.  Kewenangan pengawasan atas pelaksanaan hak eksklusif dilakukan oleh PAM Jaya dan kewenangan monitoring dan pengawasan pencapaian target dilakukan oleh Badan Regulator. (DHS).


Berita Terkait Layanan Air Minum

Aturan Pelarangan Penggunaan Air Tanah Sedang Digodok Pemprov DKI

http://nusantara.rmol.co JUM'AT, 16 MARET 2018
RMOL. Pemprov DKI dalam akan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelarangan Penggunaan ... Baca Selengkapnya  

Pemprov Diminta Kaji Kesiapan PAM Jaya Sebagai Penyalur Air

rmol.co JUM'AT, 16 MARET 2018
RMOL. Pemprov DKI Jakarta harus mempertimbangkan kesiapan PT Perusahan Air Minum (PAM) Jaya untuk ... Baca Selengkapnya  

Pengambilan Air Tanah Secara Ilegal, Ini Komentar PAM Jaya

http://www.republika.co.id Kamis 15 Maret 2018 Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andri Saubani
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat regulasi yang mengatur ... Baca Selengkapnya  

Swasta Sarankan Anies Bertahap Larang Penggunaan Air Tanah

CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Aetra Air Jakarta menyarankan Pemprov DKI untuk tidak serta-merta ... Baca Selengkapnya  

Pemenuhan Kebutuhan Air Jakarta dari PAM Jaya Masih 60 Persen

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemenuhan kebutuhan air bersih oleh Perusahaan Daerah Perusahaan Air ... Baca Selengkapnya