Aetra Siap Melayani Masyarakat Kelurahan Makasar Jakarta Timur

02 Agustus 2017

Masyarakat perlu diberi pengetahuan akan pentingnya  pengujian kualitas air sumur dan bentuk  septik tank yang aman bagi lingkungan dan sumber air. Penggunaan air yang perpipaan dari sumber yang teruji dan terpercaya harus ditingkatkan, selain karena alasan jaminan kualitas dan kesehatan tetapi juga menyangkut penghematan pengeluaran belanja keluarga dalam jangka panjang, peningkatan kesadaran terhadap kualitas sungai Jakarta dan kelestarian lingkungan Jakarta. Penurunan muka tanah Jakarta saat ini telah mencapai 7-25 cm pertahun, yang salah satu penyebabnya adalah eksploitasi air tanah yang berlebihan. Demikian beberapa catatan yang diperoleh pada pertemuan warga dalam acara sosialisasi penggunaan air perpipaan yang diselenggarakan oleh PT. Aetra bekerjasama dengan Komite Pelanggan Air Minum (KPAM) Jakarta Timur, Selasa (1/08/2017) di Balai Pertemuan Kelurahan Makasar, Jakarta Timur. Acara dibuka oleh Lurah Makasar, Sumadi SH, yang pada sambutannya menyampaikan bahwa di wilayahnya saat ini banyak rumah tangga yang belum menjadi pelanggan air PAM atau Aetra, alasannya adalah masyarakat menggunakan air tanah. “Hampir semua rumah memiliki sumur, tetapi kualitasnya kami belum tahu” kata Lurah. Kualitas air tanah ini perlu diperiksa dan dinyatakan bahwa Lurah  mendukung program perluasan jaringan yang direncanakan oleh Aetra di wilayahnya. Pada kesempatan itu Lurah juga menyampaikan bahwa saat sedang dikerjakan pembangunan WC Komunal. Turut hadir dalam acara sosialisasi ini adalah Dormaringan Saragih, Sekretaris BRPAM, Perwakilan PAM Jaya, KPAM, Aetra, Ketua RW/RT , Pelanggan Aetra dan masyarakat sekitar.

Dalam pengarahannya, BRPAM menyampaikan agar masyarakat memeriksakan kualitas air sumurnya ke laboratorium dan menyarankan penggunaan air perpipaan. Atas informasi yang disampaikan masyarakat bahwa banyak masyarakat yang belum pernah menyedot septik tank bahkan hingga 20 tahun, Dormaringan menjelaskan secara detail tentang hal-hal yang menyebabkan septik tank tidak pernah penuh dan tidak disedot serta  dampaknya negatifnya terhadap kualitas air sumur masyarakat. “Secara teknis dan kesehatan, jarak sumur dari septik tank minimal 10 meter horizontal. Dan bila kurang dari jarak itu, septik tank yang bocor akan mempengaruhi kualitas air sumur” kata Dorman, panggilan akrabnya. Mendengar penjelasan ini masyarakat antusias atas informasi yang disampaikan dan bertanya lebih jauh. “Kami baru tahu hubungan septik tank dan sumur ini, kami belum pernah periksa air memang” kata Mahfud, warga RW 05 yang WC nya lebih dari 20 tahun belum pernah disedot. Penggunaan air perpipaan yang aman menjadi salah satu upaya untuk terhindar dari kontaminasi bakteri E.Coli dari pencemaran tinja akibat septik tank yang tidak aman.

Terkait air perpipaan, Veracia dan Salas, Manager Communication Aetra  dan Manager Pelayanan Aetra wilayah Gudang Air, menjelaskan kondisi pelayanan Aetra saat ini dan upaya yang dan akan dilakukan untuk peningkatan pelayanan di wilayah Kelurahan Makasar. Bila minat masyarakat untuk menjadi pelanggan cukup tinggi, Aetra akan segera mengembangkan jaringan di wilayah Kelurahan Makasar sehingga masyarakat dengan cepat dapat terlayani.  Untuk menjadi pelanggan Aetra juga menyiapkan program cicilan bagi calon pelanggan PT Aetra. “Cakupan pelayanan kami di Kelurahan Makasar masih berkisar 25% dan masih ada potensi  7000 lebih rumah tangga yang dapat jadi pelanggan. Kami menjamin agar tekanan air di wilayah ini baik sehingga bapak ibu kelak tidak perlu khawatir soal pengaliran” urai Salas untuk meyakinkan calon pelanggan. Sejalan dengan Salas, Veracia juga menyampaikan servis yang dapat diperoleh masyarakat pelanggan Aetra dan tanpa biaya. “Bagi bapak ibu yang telah jadi pelanggan gunakan kesempatan ini untuk menyampaikan  berbagai hal, kami datang dengan tim lengkap sehingga segera ditindaklanjuti” ungkap Veracia. Oleh seorang pelanggan, menyampaikan pertanyaan atas air di bak mandi yang sering terdapat endapan. Atas keluhan ini, Vera dan Salas segera menindaklanjutinya dengan meminta tim distribusi untuk melakukan pengecekan.

Acara berlangsung santai dan diselingi pemberian kuis dan hadiah. Setelah penjelasan dan  tanya jawab, acara ditutup oleh Salas bersama Ketua KPAM Jakarta Timur, Sulaiman dan diakhiri dengan foto bersama. (DHS).


Berita Terkait Layanan Air Minum

Anies: Kerjasama Penyediaan Air Bersih dari Tangerang Diperpanjang

tirto.id
tirto.id - Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar pertemuan dengan Pemerintah ... Baca Selengkapnya  

Pemprov DKI Lanjutkan Kerjasama dengan Pemkab Tangerang untuk Suplai Air Bersih

okezone.com Selasa 13 Februari 2018 Harits Tryan Akhmad
JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta melanjutkan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang terkait ... Baca Selengkapnya  

Pemprov Targetkan Pengambilalihan Pengelolaan Air di DKI Rampung Maret

Berita Satu Minggu, 11 Februari 2018, Oleh: Bernadus Wijayaka / BW
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengambil alih pengelolaan air di wilayah Jakarta sesuai ... Baca Selengkapnya  

Cerita Sandiaga Soal Banjir di Paris hingga Putusan MA

Republika.co.id Sabtu 10 Februari 2018 Rep: Sri Handayani/ Red: Nidia Zuraya
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu rutinitas harian Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga ... Baca Selengkapnya  

Sandi Belajar dari Mantan Wali Kota Paris untuk Stop Swastanisasi Air

Kompas.com - 09/02/2018
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI ... Baca Selengkapnya