BRPAM Temui Pelanggan PALYJA

26 April 2017

Dalam rangka menggali informasi terkait layanan dan sekaligus mengamati proses interaksi operator air minum, dalam hal ini PALYJA, dengan pelanggan, BRPAM hadir dalam kegiatan sosialisasi pelanggan air minum. Acara ini berlangsung Senin (17/04/17) bertempat di aula Masjid AL Munawaroh RW 02 Kelurahan Mangga Dua Selatan Jakarta Pusat. Hadir dalam pertemuan ini, Ade Rifelino selaku senior Corporate Communication, Aswind dari Marketing UPP Pusat PALYJA Irmawan Kanani dan Kemas Feroze dari BRPAM,  pengurus RW 02, pelanggan PALYJA dan masyarakat lainnya. Pada acara tersebut PALYJA menyampaikan beberapa hal terkait layanan yang telah dilakukan dan sekaligus mensosialisasikan pentingnya penggunaan air minum yang sehat dan aman, yaitu melalui perpipaan yang terkontrol. Disarankan agar masyarakat beralih ke air minum perpipaan dan menjadi pelanggan PALYJA. Dijelaskan juga tata cara serta prosedur untuk menjadi pelanggan air minum. Ajakan ini mendapat respon dari masyarakat dan meningkatkan keingintahuannya terkait cara berlangganan. “Dokumen apa saja yang harus disertakan untuk menjadi  pelanggan PALYJA?” tanya seorang Ibu warga RW 02. Oleh Aswin, dijelaskan bahwa  untuk menjadi pelanggan, setiap calaon pelanggan mendaftar ke kantor PALYJA dan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan untuk menjadi pelanggan PALYJA diantaranya: fotocopy KTP, KK, fotocopy PBB tahun terakhir atau jika PBB belum dipecah, harus dilengkapi copy Akte Jual Beli / IMB / Surat Waris. Bagi masyarakat yang yang membuka usaha (komersial), wajib menyertakan Surat Keterangan Usaha / SIUP. Dan bagi masyarakat yang ingin memasang sambungan baru untuk tempat ibadah atau Yayasan Sosial, wajib menyertakan Surat Keterangan dari instansi / Departemen terkait. Untuk pemasangan sambungan baru, masyarakat dapat mendatangi langsung ke KHP (Kantor Hubungan PALYJA) terdekat atau menghubungi Call Center PALYJA di nomor 021-2997 9999 atau daftar online melalui website PALYJA di alamat www.palyja.co.id. “Untuk pemasangan sambungan baru sebaiknya masyarakat tidak melalui perantara perorangan atau orang-orang yang mengaku petugas PALYJA dan tidak memberikan uang kepada seseorang yang mengaku-ngaku sebagai petugas PALYJA, pelayanan resmi sambungan baru hanya melalui KHP terdekat, call center, atau website PALYJA” ujar Aswind.

 Sosialisasi Mangga Dua Selatan 17042017

Dalam sesi tanya jawab acara sosialisasi tersebut, selain pertanyaan-pertanyaan seputar sambungan baru oleh warga yang belum menjadi pelanggan, ada juga pertanyaan-pertanyaan lain yang diungkapkan oleh warga yang telah menjadi pelanggan PALYJA. Ibu Cucu dari RT 03 / RW 02, Istri Kepala Rukun Tetangga menanyakan soal rehabilitasi meter air. “Bila meteran sudah karatan, bagaimana prosedur mengganti meteran ?” tanya Ibu Cucu. Atas pertanyaan tersebut, Benny dari bagian teknik jaringan perpipaan UPP Pusat PALYJA menjelaskan bahwa untuk permohonan mengganti meteran, Ibu Cucu dapat menghubungi kantor KHP PALYJA terdekat atau Call Center di nomor 021-2997 9999  dengan menyebutkan nomor rekeningdan  selanjutnya tim PALYJA akan datang mengecek keadaan meteran tersebut untuk mengetahu keadaanya dan memastikan apakah meteran tersebut sudah rusak alami sehingga harus diganti. Dan bila harus diganti, PALYJA akan melakukan penggantian dan pekerjaan tersebut tidak dipungut biaya. Pertanyaan lain adalah terkait penggolongan pelanggan.  “Bagaimanakah mekanisme penggolongan pelanggan di PALYJA  dan apakah hal tersebut bertujuan untuk silang?” tanya Warsono dari RW 02 Kelurahan Mangga Dua Selatan. Dijawab ole Aswin bahwa dalam mekanisme pengolongan pelanggan, PALYJA menggolongkan pelanggan berdasarkan peruntukan bangunan (apakah usaha atau rumah tanggaa umum/real estate) dan luas bangunan Aswin juga menyebutkan bahwa penggolongan tarif tersebut bertujuan untuk melakukan subsidi silang bagi warga yang masuk kategori luas bangunan kecil dan pemakaian air nya juga sedikit.

Sosialisasi Mangga Dua Selatan 17042017_1

Bapak Imam dari RT 01 / RW 02, menanyakan masalah terkait tekanan air kurang yang disebabkan posisi pipa dan  apakah diperbolehkan menggunakan alat bantu/pompa untuk menyedot air dari pipa. Diuraikan oleh Benny, bahwa  penggunaan pompa atau alat bantu untuk menyedot air dari pipa merupakan tindakan yang dilarang dan tidak diperbolehkan karena bisa mengurangi tekanan air dan mengganggu kelancaran aliran air pelanggan lain, dan hal tersebut jelas-jelas merugikan pelanggan lain. Ditambahkan oleh Bapak Kanani dari Badan Regulator, bahwa selain menggangu aliran dan merugikan pelanggan lain tindakan menggunakan pompa air oleh pelanggan juga merugikan pelanggan yang bersangkutan karena berdampak pada perubahan kecepatan putaran meteran yang tidak seharusnya. “Angkat tercatat akan tinggi, padahal pemakaian air sesungguhnya mungkin lebih rendah dan akibatnya pembayaran meningkat” urai Kanani.

Kegiatan BRPAM dalam kegiatan ini menjadi penting, karena dapat mendengar dan menyerap persoalan layanan air minum langsung dari pelanggan. Catatan atas keluhan pelanggan akan menjadi data bagi BRPAM untuk melakukan monitoring dan evaluasi layanan operator air minum Jakarta. Acara sosialisasi yang dilakukan oleh operator menjadi salah satu ajang bagi BRPAM untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan, dengan tetap indepen dan berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pelanggan dengan operator.

Di penghujung acara, PALYJA kembali menghimbau warga untuk beralih menggunakan air minum perpipaan karena kualitas air olahan di instalasi telah memenuhi standar air minum sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) No. 492 tahun 2010 dan kualitas air bersih di jaringan perpipaan telah sesuai standar Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) No. 416 tahun 1990. Selain itu PALYJA butuh peran serta masyarakat dalam mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga kelestarian lingkungan DKI Jakarta yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur DKI Jakarta No. 37 / SE/ 2011 tentang prioritas penggunaan air perpipaan sebagai sumber utama dan air tanah sebagai cadangan. Dengan demikian masyarakat Jakarta yang menggunakan air minum perpipaan telah menyelamatkan daratan tercinta ini dari penurunan muka tanah dan intrusi air laut. (IK, Kms).


Berita Terkait Layanan Air Minum

Pemprov DKI Harus Ambil Alih Pengelolaan Aetra dan Palyja

http://www.koran-jakarta.com Kamis 12/10/2017
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus segera mengambil alih pengelolaan air ... Baca Selengkapnya  

PD PAM Jaya Masih Pelajari Putusan MA Soal Swastanisasi Air

www.cnnindonesia.com Rabu, 11/10/2017 Mesha Mediani , CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Daerah Perusahaan Air Minum (PD PAM) Jaya belum bisa mengambil ... Baca Selengkapnya  

Jual Saham Palyja, Astratel dan Suez Lepas Bisnis Air di Jakarta

katadata.co.id PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) telah berganti kepemilikan. Pada September lalu, PT Astratel Nusantara dan Suez Environtment menjual kepemilikan sahamnya di perusahaan operator air bersih di Jakarta tersebut.
PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) telah berganti kepemilikan. Pada September lalu, PT Astratel ... Baca Selengkapnya  

PT. Aetra Air Jakarta Press Release: Pembangunan Infrastruktur Underpass Matraman - Salemba, Menghar

www.aetra.co.id Posted by Aetra 5 October 2017
8 Oktober 2017, Pesatnya pembangunan Infrastruktur di Jakarta saat ini seringkali berdampak pada ... Baca Selengkapnya  

Kontrak Aetra dan Palyja Segera Berakhir

http://www.koran-jakarta.com Selasa, 26/9/2017
Pasokan air bersih bagi masyarakat Ibu Kota belum sepenuhnya terlayani dengan baik. Beberapa ... Baca Selengkapnya