Sosialisasi Pelayanan Air di Kelurahan Kebayoran Lama Selatan

31 Oktober 2017

Sosialisasi pelayanan air bersih kepada masyarakat RW 04, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan dibuka oleh Maryadi selaku Ketua RW-04 dan dihadiri oleh  beberapa Ketua RT,Warga RT 001 s/d 015/04, pihak PALYJA DPP Selatan: antara lain Bahdier Johan, Manajer Customer Service dan jajarannya.

Materi sosialisasai meliputi kondisi jaringan pipa dari Jl.Gandaria I, persyaratan  menjadi pelanggan, penanganan complain pelanggan dan kondisi air tanah.  Untuk persyaratan sambungan baru syratnya adalah: FC KTP,FC Kartu Keluarga,PBB Terakhir dan Sertifikat kepemilikan persil/Surat Waris apabila tanah dari warisan orang tua. Sedangkan untuk penggunaan air tanah disarankan agar melakukan pemeriksanaan, sehingga diketahui kondisi air tanah, apakah tercemar E.Coli atau tidak.

Dari BRPAM DKI Jakarta, I. Kanani, menjelaskan tentang tugas dan Fungsi  BRPAM. Dan juga menganjurkan penggunaan air bersih dari PALYJA untuk mengurangi penggunaan air tanah di Jakarta.  Perwakilan PAM JAYA Denny Haryono menyampaikan bahwa apa yang dilaksanakan PALYJA untuk melayani masyarakat Jakarta sudah sesuai dengan peraturan yang ada,sehingga masyarakat merasa puas tapi ada juga untuk sebagian  wilayah Jakarta  yang airnya masih bermasalah.

Pada sesi diskusi, Dadang (RT 015/04) menyampaikan bahwa akibat di rumahnya airnya keruh/kotor cukup lama, dia pernah memintah dilakukan pemutusan sambungan. Namun kendati telah diputus,  tagihan pemakaian masih jalan terus. Oleh PALYJA dijelaskan bahwa pemutusan yang dilakukan bersifat sementara sehingga biaya tagihan/sewa meter masih ditagihkan.

Hal senada disampaikna Arta Suraatmaja (Ketua RT 004/04), yang menjelaskan bahwa rumahnya berukuran 84m2 tetapi memiliki 2 pintu, dan dia berkeinginan untuk memasang 2 (dua) sambungan baru. Dijelaskan oleh PALYJA bahwa bila ingin memasang 2 (dua) sambungan, harus dipecah dulu sertifikat (bukti kepemilikan tanah) dan  PBBnya. Pertanyanyaan senada disampaikan oleh Bu RT 011/04 yang menjelaskan bahwa ada warga dilingkungan RT 011/04 yang lebih 25 tahun menempati tanah  milik Kostrad tidak ada surat,PBB dan bukti kepemilikan, namun ingin menjadi pelanggan air PAM. Atas kondisi ini, PALYJA menjelaskan bahwa sesuai aturan salah satu persyaratan menjadi pelanggan adalah adanya keterangan kepemilikan tanah  dan PBB. Widianto (RT 009/04) menyampaikan bahwa di daerah RT 009 belum tersedia  jaringan namun telah ada keinginan masyarakat untuk jadi pelanggan PALYJA dan ingin mendaftar secara kolektif. Dijelaskan oleh PALYJA bahwa bila belum ada jaringan sebaiknya mendaftar secara kolektif agar bisa dihitung biaya investasi dan akan dipasang pipa 3 inci dilokasi pelanggan agar aliran lebih merata dibandingkan kalau harus menarik pipa ¾  inci ke setiap rumah yang akan menyebabkan aliran air tidak merata, selain adanya persyaratan pipa HDPE ¾” tidak boleh > 6 meter.                                               

Agung Prabowo (RT 003/04) menanyakan soal pemasangan hidran kebakaran (fire hidrant) di lingkungan RW 04 untuk menjaga saja kalau terjadi kebakaran, dan oleh PALYJA disampaikan bahwa terkait Hidran Kebakaran agar disampaikan kepada pihak  Kelurahan Kebayoran Lama Selatan atau Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta.

Acara sosialisasi ditutup oleh perwakilan PALYJA dan masyarakat berharap agar PALYJA segera menambah saluran distribusi di lokasi mereka. (IK/dhs)


Berita Terkait Layanan Air Minum

Jakarta Bentuk Tim Gabungan Suplai Air

www.indopos.co.id Kamis, 16 Agustus 2018
INDOPOS.CO.ID - PAM Jaya bersama PALYJA dan AETRA membentuk Tim Gabungan Suplai Air Bersih Asian ... Baca Selengkapnya  

Smart Control Room di Instalasi Pengolahan Air Buaran

Kumparan.com Rabu 08 Agustus 2018
PDAM DKI Jakarta dan PT Aetra Air Jakarta melakukan inovasi dengan peresmian Smart Operation with ... Baca Selengkapnya  

Aturan Pelarangan Penggunaan Air Tanah Sedang Digodok Pemprov DKI

http://nusantara.rmol.co JUM'AT, 16 MARET 2018
RMOL. Pemprov DKI dalam akan mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pelarangan Penggunaan ... Baca Selengkapnya  

Pemprov Diminta Kaji Kesiapan PAM Jaya Sebagai Penyalur Air

rmol.co JUM'AT, 16 MARET 2018
RMOL. Pemprov DKI Jakarta harus mempertimbangkan kesiapan PT Perusahan Air Minum (PAM) Jaya untuk ... Baca Selengkapnya  

Pengambilan Air Tanah Secara Ilegal, Ini Komentar PAM Jaya

http://www.republika.co.id Kamis 15 Maret 2018 Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Andri Saubani
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat regulasi yang mengatur ... Baca Selengkapnya