Tekanan Air Masih Jadi Keluhan Pelanggan Palyja

30 Agustus 2017

Untuk mengetahui keinginan masyarakat, PALYJA beserta PAM Jaya dan BRPAM melakukan temu pelanggan sekaligus sosialisasi pelayanan air minum di Jakarta. Kegiatan ini merupakan hal rutin dilakukan oleh PALYJA dan mengajak serta PAM Jaya dan BRPAM hadir. Kamis (24/08) dilangsungkan pertemuan pelanggan dan warga Tegal Parang Selatan, Jakarta Selatan. Bertempat di kantor RW 05 Kel Tegal Parang, pertemuan dihadiri oleh warga untuk menyampaikan informasi, keluhan sekaligus  harapan untuk pelayanan air yang lebih baik. Acara dibuka oleh Ketua RW 05, H. Abdul Rahman. Setelah pembukaan, Kanani Imawan dari BRPAM menyampaikan informasi tentang BRPAM, air perpipaan dan isu penggunaan air tanah. Dijelaskan Kanani bahwa bagi masyarakat yang masih menggunakan sumur perlu memperhatikan syarat aman sumur dengan septic tank, yang menurut ketentuan minimal 10–15 meter. “ Bila kurang dari standar ini,  dikawatirkan bacteri E-Coli atau bacteri salmonellatyphi dapat mencemari. Tetapi untuk pastinya harus pemeriksanaan laboratorium”, jelas Kanani. Kanani juga menjelaskan kondisi muka air tanah Jakarta dan terjadinya intrusi air laut seraya menekankan agar masyarakat menggunakan air perpipaan, dalam hal ini PALYJA, karena kualitas air telah memenuhi standar Pemerintah, berdasarkankan Permenkes  no.492/2010 .

Selanjutnya Faizal dan Kusnami dari Marketing/Collection DPP Selatan PALYJA  menyampakan bahwa untuk melayani calon pelanggan di wilayah Tegal Parang, PALYJA menyediakan program Paket Hemat  berupa cicilan 12 bulan tanpa bunga. Bagi calon pelanggan yang tertarik diminta melengkapi syarat berupa fotokopi KTP,Kartu Keluarga dan bukti pembayaran PBB tahun terakhir.  Tempat pendaftaran di kantor KHP Prapanca di Jl.Darmawangsa atau mobil keliling. Dijelaskan oleh Faisal bahwa untuk melayani pelangggan Tegal Parang, PALYJA menggunakan sumber air yang berasal dari IPA CIlandak, Jakarta Selatan.

Menyampaikan kondisi layanan Jakarta, beberapa pelanggan menyampaikan keluhannya.  H.Iskandar (RT 06/07) mengeluh atas rendahnya tekanan air di rumahnya,  Triworo Utami (RT 001/05)  mengeluha atas aliran yang tidak lancar dan kualitas air yang buruk. Murhana (RT 004/05) mengeluhkan soal bau kaporit. Sedangkan Subagyo (Ketua RT 001/05) mengeluhkan soal pemasangan pipa yang telah dilakukan 6 tahun lalu dan saat ini pipa tersebut mengganggu saluran air karena melintang di drainase.

Keinginan menjadi pelanggan disampaikan oleh Sudirman (Ketua RT 005/05), yang menjelaskan bahwa masyarakat yang tinggal di RT-nya berminat menjadi pelanggan PALYJA namun menurut informasi belum ada jaringan perpipaan.

Atas keinginan ini, tim PALYJA menjelaskan bahwa masyarakat dapat mendaftar menjadi pelanggan dan dikordinir oleh Ketua RT atau RW dan apabila jumlah calon pelanggan memenuhi syarat akan dibuat program/dihitung nilainya untuk proses small extension.  Klarifikasi dan penjelasan atas keluhan lain juga disampaikan oleh tim PALYJA dengan bahasa sederhana yang mudah dipahamai masyarakat yang hadir. Acara ditutup oleh Ketua RT dengan ucapan terima kasih dan harapan agar PALYJA semakin meningkatkan pelayanannya. (IK/dhs).


Berita Terkait Layanan Air Minum

DKI Batasi Penggunaan Air Tanah

poskotanews.com
JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta berupaya membatasi penggunaan air tanah. Untuk ... Baca Selengkapnya  

Grup Salim akuisisi Acuatico Group US$ 93 juta

Kontan.co.id Kamis, 31 Agustus 2017
KONTAN.CO.ID - Grup Salim melalui Moya Indonesia Holdings Pte Ltd mengakuisisi 100% saham Acuatico ... Baca Selengkapnya  

PAM Jaya Diminta Tangani Buruknya Kualitas Air di Rusunawa Muara Baru

Kompas.com - 23/08/2017 RIDWAN AJI PITOKO
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Unit Pengelola Rusun (KUPRS) Muara Baru Abdurrahman Anwar menanggapi ... Baca Selengkapnya  

Air Rusunawa Muara Baru Keruh dan Bau, PAM Jaya Cek Bagian-bagian Ini

http://wartakota.tribunnews.com Selasa, 22 Agustus 2017
WARTA KOTA, GAMBIR - Penghuni Rusunawa Muara Baru mengeluhkan air yang keruh dan bau, Selasa ... Baca Selengkapnya  

PAM Jaya Ungkap Kenapa SWRO Untung Jawa Tidak Maksimal

www.gatra.com Tuesday, 15 August 2017
akarta, GATRAnews - Keberadaan Sea Water Reserve Osmosis (SWRO) di Pulau Untung Jawa, Kabupaten ... Baca Selengkapnya